Doa Haji dan Umrah: Talbiyah dan Doa yang Diriwayatkan dari Nabi ﷺ
Talbiyah dan doa haji serta umrah yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ, dengan transliterasi, arti, waktu membaca, sumber hadis dan status riwayatnya.
Isi panduan ini
Doa yang paling jelas riwayatnya dalam haji dan umrah adalah talbiyah (HR. Bukhari no. 1549), takbir di sudut Hajar Aswad, doa Rabbana atina di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, serta zikir tauhid di atas Safa dan Marwah; selebihnya jemaah boleh berdoa dengan kata-kata yang baik dalam bahasa apa pun. Panduan ini menyajikan setiap doa dengan transliterasi, arti dalam bahasa Indonesia, waktu membacanya, sumber dan status riwayat sebagaimana tercantum di sunnah.com, lalu menjelaskan kedudukan doa per putaran tawaf dan sa'i yang dicetak di banyak buku manasik.
Cakupan: Panduan ini mengumpulkan doa yang riwayatnya dapat kami periksa dan menyebut status riwayatnya apa adanya. Ini bukan fatwa dan bukan penilaian hadis yang baru; setiap penilaian dikutip dari sumber yang disebutkan. Ulama dan mazhab berbeda dalam menilai sebagian riwayat dan amalan, jadi bila ragu tanyakan kepada pembimbing manasik, KBIHU atau ulama yang Anda percayai. Teks Arab Al-Qur'an ditampilkan dari korpus terverifikasi; transliterasi di sini hanya alat bantu membaca.
Poin penting
- Talbiyah Nabi ﷺ diriwayatkan dalam HR. Bukhari no. 1549 dan dibaca sejak niat ihram; dalam umrah, buku Kemenhaj menyebut talbiyah berhenti ketika hendak memulai tawaf.
- Bacaan tawaf yang jelas riwayatnya hanya sedikit: takbir di sudut Hajar Aswad dan Rabbana atina di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
- Di atas Safa dan Marwah, Nabi ﷺ menghadap kiblat, membaca zikir tauhid tiga kali dan berdoa di sela-selanya (HR. Muslim no. 1218).
- Hadis keutamaan doa hari Arafah dalam HR. at-Tirmidzi no. 3585 dinilai Da'if (Darussalam) di sunnah.com, walaupun lafaz zikirnya juga ada dalam riwayat sahih.
- Doa per putaran tawaf dan sa'i di buku manasik boleh dibaca sebagai doa umum, tetapi tidak wajib dan tidak ditetapkan Nabi ﷺ untuk putaran tertentu; berdoa dengan bahasa sendiri juga boleh.
- Tinjauan ulama
- Belum. Disusun oleh Redaksi MyDeenPath dengan bantuan AI dan diperiksa terhadap sumber yang dikutip. Belum ditinjau ulama secara independen; ini bukan fatwa.
- Tinjauan penutur asli
- Sudah ditinjau penutur asli bahasa Indonesia (tim MyDeenPath), 14 Oktober 2026.
- Diperiksa
- . Aturan, biaya dan jadwal dapat berubah; selalu cocokkan dengan sumber resmi yang ditautkan.
Menemukan kesalahan? Laporkan koreksi.
Mengapa doa begitu penting dalam haji dan umrah?
Dalam QS 2:186 Allah menyatakan bahwa Dia dekat dan memperkenankan doa orang yang berdoa kepada-Nya, dan dalam QS 40:60 Dia memerintahkan hamba-Nya berdoa. Haji dan umrah penuh dengan saat-saat berdoa, sejak berniat ihram, yaitu niat memasuki ibadah haji atau umrah dengan menjauhi larangan-larangannya, sampai pulang ke rumah. Buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) tahun 2026 menyebut doa sebagai bagian pokok manasik, yaitu tata cara ibadah haji dan umrah, karena doa adalah inti penghambaan kepada Allah.
Buku Kemenhaj itu menjelaskan bahwa doa yang utama adalah doa ma'tsur, yakni doa yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ. Buku yang sama menegaskan bahwa doa-doa di dalamnya tidak harus dihafal; jemaah yang kesulitan membaca huruf Arab boleh membaca terjemahannya, bahkan boleh berdoa sesuai keinginan dengan bahasa sendiri. Dengan merujuk kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, buku itu menganjurkan membuka doa dengan basmalah, pujian kepada Allah dan selawat kepada Nabi ﷺ, lalu menutupnya dengan pujian dan selawat.
Panduan ini memuat doa yang riwayatnya kami periksa langsung di sunnah.com, dengan penilaian (grading) sebagaimana tercantum di sana. Hadis dari Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim tidak diberi penilaian tambahan karena kedua kitab itu diterima luas sebagai kumpulan hadis sahih. Transliterasi hanya alat bantu; bila bisa, pelajarilah lafaz Arabnya dari guru. Menurut buku Tuntunan Manasik Kemenhaj, doa dan zikir diutamakan dibaca dengan suara pelan, sedangkan talbiyah dikeraskan oleh jemaah laki-laki.
Bagaimana bacaan talbiyah dan apa artinya?
Talbiyah adalah ucapan menyambut panggilan Allah yang dibaca setelah berniat ihram. Abdullah bin Umar meriwayatkan lafaz talbiyah Rasulullah ﷺ dalam HR. Bukhari no. 1549: Labbaik Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulk, la syarika lak.
Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.
Talbiyah dibaca sejak berniat ihram di miqat, yaitu batas tempat memulai ihram. Buku Tuntunan Manasik Kemenhaj menyebut talbiyah dalam umrah berhenti ketika jemaah hendak memulai tawaf, dan dalam haji berhenti setelah melontar Jamrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah, lalu diganti takbir. Buku itu menganjurkan talbiyah dibaca tiga kali berturut-turut, disusul selawat dan doa, lalu diulang sesering mungkin, baik sambil berdiri, duduk maupun berkendaraan, termasuk oleh perempuan yang sedang haid atau nifas. Laki-laki mengeraskan suara, perempuan memelankannya.
Hukum talbiyah diperselisihkan: sunah menurut Imam Syafi'i dan Imam Ahmad, wajib menurut Imam Malik, dan menurut Imam Abu Hanifah wajib sebagai syarat sah ihram. Buku Kemenhaj juga mencatat bahwa membaca talbiyah sejak dari rumah atau asrama haji tanpa niat ihram boleh sebagai zikir dan syiar, walaupun ada pendapat yang tidak membolehkannya karena talbiyah merupakan bagian dari ihram. Anjuran membaca selawat dan doa sesudah talbiyah dirujuk buku itu ke kitab Al-Idhah karya Imam an-Nawawi; lafaz doa sesudah talbiyah yang dicetak di sana tidak kami periksa riwayatnya untuk panduan ini.
Doa apa yang diriwayatkan untuk perjalanan dan memasuki masjid?
Ketika naik kendaraan untuk bepergian, Nabi ﷺ bertakbir tiga kali lalu membaca doa safar yang diriwayatkan Ibnu Umar dalam HR. Muslim no. 1342. Kalimat pembukanya dikutip dari QS 43:13–14; teks Arab dan terjemahan Kemenhaj ayat itu tampil di bagian Ayat Al-Qur'an di bawah. Transliterasi lengkapnya: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun. Allahumma inna nas'aluka fi safarina hadzal-birra wat-taqwa, wa minal-'amali ma tardha. Allahumma hawwin 'alaina safarana hadza wathwi 'anna bu'dah. Allahumma antash-shahibu fis-safar wal-khalifatu fil-ahl. Allahumma inni a'udzu bika min wa'tsa'is-safar, wa ka'abatil-manzhar, wa su'il-munqalabi fil-mali wal-ahl.
Arti bagian doanya: Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan takwa, serta amal yang Engkau ridai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah Teman dalam perjalanan dan Pengganti yang menjaga keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari letihnya perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan keadaan buruk pada harta dan keluarga ketika kembali.
Ketika pulang, Nabi ﷺ membaca doa yang sama dan menambahkan: Ayibuna, ta'ibuna, 'abiduna, li rabbina hamidun, artinya kami kembali, bertobat, beribadah dan memuji Tuhan kami (HR. Muslim no. 1342).
Ketika masuk masjid, termasuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, HR. Muslim no. 713a mengajarkan: Allahummaftah li abwaba rahmatik (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu). Ketika keluar: Allahumma inni as'aluka min fadhlik (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu). Buku Doa dan Zikir Kemenhaj juga memuat doa khusus memasuki kota Makkah, memasuki Masjidil Haram dan melihat Ka'bah dari berbagai sumber; bagi yang belum hafal, doa masuk masjid di atas sudah merupakan doa yang diajarkan Nabi ﷺ.
Apa yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ ketika tawaf dan sesudahnya?
Tawaf adalah mengelilingi Ka'bah tujuh putaran dengan Ka'bah di sebelah kiri, dimulai dan diakhiri sejajar Hajar Aswad. Riwayat yang jelas tentang bacaan dalam tawaf tidak banyak; langkah-langkah di bawah ini adalah yang dapat dipegang, berurutan dari awal tawaf sampai sesudahnya. Di luar itu tidak ada bacaan khusus yang wajib: panduan umrah Syaikh Abdul Aziz bin Baz yang diterbitkan Risalah Haramain menyatakan tidak ada doa maupun zikir khusus dalam tawaf, dan jemaah boleh berzikir serta berdoa dengan apa yang mudah baginya.
Tentang air Zamzam pada langkah terakhir: hadisnya menunjukkan bahwa jemaah boleh meminumnya dengan niat dan permohonan yang baik, misalnya kesembuhan atau ilmu. Teks hadis itu tidak menyebut lafaz doa, jumlah tegukan atau tata cara tertentu. Doa yang sering dicetak, yaitu permohonan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit, menurut catatan kaki buku Doa dan Zikir Kemenhaj adalah doa Ibnu Abbas yang diriwayatkan ad-Daruquthni; buku itu menilai riwayatnya da'if dan mencatat bahwa al-Hakim menilainya sahih. Membacanya boleh sebagai doa yang baik, tanpa menyandarkannya kepada Nabi ﷺ.
- Takbir di sudut Hajar Aswad. HR. Bukhari no. 1613 menceritakan Nabi ﷺ bertawaf di atas unta, dan setiap kali sampai di sudut Hajar Aswad beliau berisyarat dengan sesuatu yang dipegangnya lalu bertakbir: Allahu akbar. Buku Kemenhaj mengajarkan Bismillahi wallahu akbar dengan merujuk riwayat at-Tabarani dalam kitab Ad-Du'a; riwayat itu tidak tersedia di sunnah.com sehingga tidak kami periksa sendiri.
- Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Abdullah bin as-Sa'ib mendengar Rasulullah ﷺ membaca di antara kedua rukun itu: Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina 'adzaban-nar (HR. Abu Dawud no. 1892, Hasan menurut Al-Albani). Kalimat ini adalah QS 2:201, permohonan kebaikan di dunia dan di akhirat serta perlindungan dari azab neraka.
- Dua rakaat setelah tawaf. Dalam HR. Muslim no. 1218a, Nabi ﷺ membaca QS 2:125 ketika menuju Maqam Ibrahim, lalu salat dua rakaat dengan surah Al-Ikhlas dan Al-Kafirun, kemudian kembali ke Hajar Aswad dan menyentuhnya (istilam).
- Minum air Zamzam. Jabir bin Abdullah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda bahwa air Zamzam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya (HR. Ibnu Majah no. 3062, Hasan menurut Darussalam).
Apa yang dibaca di Safa dan Marwah ketika sa'i?
Sa'i adalah berjalan tujuh kali antara bukit Safa dan Marwah, dimulai di Safa. Jabir bin Abdullah menceritakan dalam HR. Muslim no. 1218a bahwa ketika mendekati Safa, Nabi ﷺ membaca awal QS 2:158, yang menyebut Safa dan Marwah sebagai bagian dari syiar Allah, lalu berkata: Abda'u bima bada'allahu bih (Aku memulai dengan apa yang Allah mulai). Panduan Syaikh bin Baz menyebut ayat dan ucapan ini dibaca di awal sa'i dan tidak diulang di Marwah.
Beliau lalu naik ke Safa hingga melihat Ka'bah, menghadap kiblat, mengesakan dan mengagungkan Allah, lalu membaca: La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. La ilaha illallahu wahdah, anjaza wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal-ahzaba wahdah.
Artinya: Tidak ada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada tuhan selain Allah semata; Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan pasukan sekutu sendirian. Beliau mengucapkan zikir ini tiga kali dan berdoa di sela-selanya, lalu melakukan hal yang sama di atas Marwah.
Di antara kedua bukit tidak ada lafaz khusus yang diriwayatkan dalam sumber yang kami periksa. Buku Tuntunan Manasik Kemenhaj menyebut jemaah berzikir, membaca Al-Qur'an dan berdoa untuk keselamatan dunia dan akhirat sepanjang perjalanan sa'i. Buku itu juga menjelaskan bahwa di Safa dan Marwah tidak dianjurkan mengangkat kedua tangan sambil bertakbir; yang dianjurkan adalah mengangkat tangan untuk berdoa sambil menghadap Ka'bah.
Doa apa yang diriwayatkan di Arafah, Muzdalifah dan Mina?
Wukuf adalah berdiam di Arafah pada 9 Dzulhijjah dan merupakan inti ibadah haji. Hadis yang paling sering dikutip tentang doa pada hari itu adalah HR. at-Tirmidzi no. 3585 dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya: sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.
Status riwayat ini perlu dipahami. Sunnah.com mencantumkan penilaian Da'if (Darussalam). At-Tirmidzi sendiri menyebutnya hasan gharib dari jalur ini dan mencatat bahwa salah seorang perawinya, Hammad bin Abi Humaid, tidak kuat menurut ahli hadis. Karena itu kami mencantumkan statusnya apa adanya. Lafaz zikirnya sendiri tidak bermasalah: kalimat yang sama diucapkan Nabi ﷺ di atas Safa dalam HR. Muslim no. 1218a. Buku Tuntunan Manasik Kemenhaj menganjurkan jemaah memperbanyak zikir, istigfar, selawat, talbiyah, bacaan Al-Qur'an dan doa selama wukuf, tanpa mewajibkan lafaz tertentu.
Di Muzdalifah, HR. Muslim no. 1218a menceritakan bahwa pada pagi 10 Dzulhijjah Nabi ﷺ datang ke Masy'aril Haram, menghadap kiblat, berdoa, bertakbir, bertahlil dan mengesakan Allah sampai langit sangat terang. Di Mina, ketika melontar jumrah, yaitu melempar jamrah dengan batu kerikil, beliau bertakbir pada setiap lemparan dari tujuh kerikil (HR. Muslim no. 1218a).
Doa mana yang diriwayatkan, kapan dibaca dan seberapa kuat riwayatnya?
Tabel ini merangkum doa dan zikir dalam panduan ini. Kolom status riwayat mengikuti penilaian yang tercantum di sunnah.com pada 14 Oktober 2026; hadis dari Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim ditandai dengan nama kitabnya. Satu baris yang tidak tersedia di sunnah.com ditandai dengan jelas.
| Doa | Kapan | Sumber | Status riwayat |
|---|---|---|---|
| Talbiyah: Labbaik Allahumma labbaik ... | Sejak niat ihram; dalam umrah sampai hendak tawaf, dalam haji sampai melontar Jamrah Aqabah | HR. Bukhari no. 1549 | Sahih al-Bukhari |
| Allahu akbar | Setiap melewati atau berisyarat ke sudut Hajar Aswad | HR. Bukhari no. 1613 | Sahih al-Bukhari |
| Bismillahi wallahu akbar | Saat memulai tawaf dan berisyarat ke Hajar Aswad | At-Tabarani, Ad-Du'a no. 862, menurut buku Doa dan Zikir Kemenhaj 2026 | Sahih menurut buku tersebut; tidak ada di sunnah.com, tidak kami periksa |
| Rabbana atina fid-dunya hasanah ... | Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad | HR. Abu Dawud no. 1892 | Hasan (Al-Albani) |
| Membaca QS 2:125; surah Al-Ikhlas dan Al-Kafirun dalam dua rakaat | Setelah tawaf, di belakang Maqam Ibrahim | HR. Muslim no. 1218a | Sahih Muslim |
| Doa bebas sesuai niat | Ketika minum air Zamzam | HR. Ibnu Majah no. 3062 | Hasan (Darussalam) |
| QS 2:158 dan Abda'u bima bada'allahu bih | Ketika mendekati Safa di awal sa'i | HR. Muslim no. 1218a | Sahih Muslim |
| Zikir tauhid tiga kali, berdoa di sela-selanya | Di atas Safa dan Marwah, menghadap kiblat | HR. Muslim no. 1218a | Sahih Muslim |
| La ilaha illallahu wahdahu ... sebagai doa terbaik hari Arafah | Hari Arafah | HR. at-Tirmidzi no. 3585 | Da'if (Darussalam); at-Tirmidzi menyebutnya hasan gharib |
| Doa, takbir dan tahlil di Masy'aril Haram | Pagi 10 Dzulhijjah di Muzdalifah | HR. Muslim no. 1218a | Sahih Muslim |
| Allahu akbar pada setiap lemparan | Melontar jumrah | HR. Muslim no. 1218a | Sahih Muslim |
| Allahummaftah li abwaba rahmatik / Allahumma inni as'aluka min fadhlik | Masuk / keluar masjid | HR. Muslim no. 713a | Sahih Muslim |
| Doa safar: Subhanalladzi sakhkhara lana hadza ... | Ketika kendaraan mulai berangkat | HR. Muslim no. 1342 | Sahih Muslim |
| Ayibuna, ta'ibuna, 'abiduna, li rabbina hamidun | Ketika pulang dari perjalanan | HR. Muslim no. 1342 | Sahih Muslim |
Doa yang tidak memiliki riwayat khusus: bolehkah dibaca?
Banyak buku manasik, termasuk buku Doa dan Zikir Kemenhaj 2026, mencetak doa yang berbeda untuk putaran pertama sampai ketujuh tawaf dan untuk setiap perjalanan sa'i. Susunan per putaran itu tidak berasal dari riwayat Nabi ﷺ yang menetapkan doa tertentu untuk putaran tertentu. Buku Kemenhaj sendiri mencantumkan sumber setiap doa di catatan kaki secara terbuka: ada doa Nabi ﷺ yang diucapkan pada kesempatan lain, misalnya doa pagi-petang, doa sebelum tidur atau doa dalam salat; ada doa sahabat seperti Umar bin Khattab, Ibnu Abbas dan Ibnu Umar; ada doa yang disukai Imam Syafi'i menurut kitab Al-Umm; ada yang diambil dari Ihya' 'Ulumuddin karya Imam al-Ghazali; dan sebagian riwayatnya dinilai da'if oleh buku itu sendiri.
Ini tidak berarti doa-doa itu buruk. Isinya permohonan ampunan, iman, keselamatan dan surga, dan sebagian berasal dari ulama besar mazhab Syafi'i. Membacanya boleh sebagai doa umum yang baik. Yang perlu diluruskan hanyalah keyakinan bahwa doa itu wajib, bahwa tawaf atau sa'i kurang sah tanpa membacanya, atau bahwa doa putaran ketiga harus dibaca tepat di putaran ketiga. Buku Kemenhaj menegaskan doa-doa tersebut tidak harus dihafal, boleh dibaca terjemahannya, dan jemaah boleh berdoa sesuai keinginan dengan bahasa sendiri. Panduan umrah Syaikh Abdul Aziz bin Baz dari Risalah Haramain juga menyatakan tidak ada doa maupun zikir khusus dalam tawaf, setiap orang boleh berdoa dengan apa yang mudah baginya, dan saat sa'i dianjurkan memperbanyak zikir dan doa apa saja.
Beberapa saran praktis: utamakan doa yang jelas riwayatnya dalam tabel di atas; berdoalah dalam bahasa yang Anda pahami agar hati ikut hadir; bacalah dengan suara pelan seperti dianjurkan buku Tuntunan Manasik Kemenhaj agar tidak mengganggu jemaah lain; dan jangan merasa bersalah bila tidak sempat membuka buku doa karena berdesakan. Bila rombongan Anda dipandu membaca doa bersama, ikutlah dengan tenang, dan tanyakan kepada pembimbing bila ada bacaan yang ingin Anda pahami lebih jauh.
Buku Doa dan Zikir Kemenhaj 2026 membolehkan jemaah berdoa sesuai keinginan dengan bahasa sendiri, termasuk saat tawaf dan sa'i.
Ayat Al-Qur’an dalam panduan ini
Teks Arab dari Tanzil dan terjemahan makna yang diterbitkan. Bacalah ayat dalam konteksnya sebelum menarik kesimpulan.
QS 2:186. Allah dekat dan memperkenankan doa orang yang berdoa kepada-Nya.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ ١٨٦
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.
QS 40:60. Perintah berdoa dan janji Allah untuk memperkenankannya.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ٦٠
Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."
QS 2:201. Doa kebaikan dunia dan akhirat yang dibaca Nabi ﷺ di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad (HR. Abu Dawud no. 1892).
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ٢٠١
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
QS 2:125. Ayat tentang Maqam Ibrahim yang dibaca Nabi ﷺ setelah tawaf (HR. Muslim no. 1218).
وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِـۧمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَـٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ ١٢٥
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim 45) itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!"
Catatan terjemahan
QS 2:158. Ayat tentang Safa dan Marwah yang dibaca Nabi ﷺ ketika mendekati Safa di awal sa'i.
۞ إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ ٱلْبَيْتَ أَوِ ٱعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ ٱللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ ١٥٨
Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah.53) Maka siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai54) di antara keduanya. Dan siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, 55) Maha Mengetahui.
Catatan terjemahan
QS 43:13. Bagian awal doa naik kendaraan dalam HR. Muslim no. 1342.
لِتَسْتَوُۥا۟ عَلَىٰ ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا ٱسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا۟ سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقْرِنِينَ ١٣
agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan, "Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,
QS 43:14. Lanjutan doa naik kendaraan: pengakuan bahwa kita akan kembali kepada Allah.
وَإِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ ١٤
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah doa tawaf putaran pertama sampai ketujuh wajib dibaca?
Tidak. Tidak ada riwayat dari Nabi ﷺ yang menetapkan doa khusus untuk setiap putaran, dan buku Doa dan Zikir Kemenhaj 2026 menyatakan doa-doanya tidak harus dihafal. Doa tidak termasuk syarat sah tawaf yang disebut buku Tuntunan Manasik Kemenhaj. Doa-doa buku manasik boleh dibaca sebagai doa umum yang baik.
Bolehkah berdoa dalam bahasa Indonesia saat tawaf dan sa'i?
Boleh. Buku Doa dan Zikir Kemenhaj menyebut jemaah boleh membaca terjemahan doa, bahkan berdoa sesuai keinginan dengan bahasa sendiri, dan panduan Syaikh bin Baz menyatakan tidak ada doa khusus dalam tawaf. Talbiyah dan zikir yang diriwayatkan tetap baik dibaca dengan lafaz Arabnya bila mampu.
Kapan talbiyah berhenti dibaca dalam umrah?
Buku Tuntunan Manasik Kemenhaj menyebut talbiyah umrah berhenti ketika jemaah hendak memulai tawaf. Panduan Syaikh bin Baz menyebut talbiyah dihentikan setelah tiba di Ka'bah, sebelum menuju Hajar Aswad untuk memulai tawaf. Dalam haji, talbiyah berlanjut sampai melontar Jamrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah.
Apa doa ketika minum air Zamzam?
Tidak ada lafaz yang ditetapkan dalam hadis yang kami periksa. HR. Ibnu Majah no. 3062, Hasan (Darussalam), menyebut air Zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya, jadi berdoalah dengan permohonan apa pun yang baik. Doa permohonan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan yang dicetak buku Kemenhaj adalah doa Ibnu Abbas, dengan penilaian riwayat yang berbeda menurut catatan kaki buku itu.
Apakah perempuan membaca talbiyah dengan suara keras?
Tidak. Buku Tuntunan Manasik Kemenhaj menyebut laki-laki mengeraskan talbiyah, sedangkan perempuan membacanya dengan suara pelan. Panduan Syaikh bin Baz menyebut hal yang sama, dan buku Kemenhaj juga mencatat bahwa perempuan tidak mengeraskan suara ketika berdoa.
Sumber
- Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah 1447 H/2026 MKembali ke kutipan
Buku doa resmi (PDF hasil pindaian). Pendahuluan (hlm. 1–5): doa utama adalah doa ma'tsur, doa tidak harus dihafal, boleh membaca terjemahan dan berdoa dengan bahasa sendiri. Bab doa tawaf dan sa'i (hlm. 31–119) mencantumkan sumber dan penilaian setiap doa di catatan kaki.
- Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 1447 H/2026 MKembali ke kutipan
Talbiyah: hukum, waktu dan cara membaca (hlm. 111–114); syarat sah tawaf (hlm. 116); sunah sa'i (hlm. 127–129); wukuf (hlm. 134–135); tanya jawab tentang talbiyah, suara doa, Safa dan Marwah, dan perempuan (hlm. 379–424).
- Tata Cara Umrah, karya Abdul Aziz bin Abdullah bin BazKembali ke kutipan
Panduan berbahasa Indonesia: talbiyah dihentikan setelah tiba di Ka'bah, perempuan memelankan talbiyah, tidak ada doa maupun zikir khusus dalam tawaf, dan bacaan di Safa tidak diulang di Marwah.
- Sahih al-Bukhari 1549Kembali ke kutipan
Lafaz talbiyah Rasulullah ﷺ dari Abdullah bin Umar. Sahih al-Bukhari.
- Sahih al-Bukhari 1613Kembali ke kutipan
Nabi ﷺ berisyarat ke sudut Hajar Aswad dan bertakbir setiap kali melewatinya. Sahih al-Bukhari.
- Sunan Abi Dawud 1892Kembali ke kutipan
Rabbana atina di antara dua rukun. Penilaian di halaman: Hasan (Al-Albani).
- Sahih Muslim 1218aKembali ke kutipan
Hadis Jabir tentang haji Nabi ﷺ: dua rakaat di Maqam Ibrahim, bacaan di Safa dan Marwah, doa di Masy'aril Haram, dan takbir saat melontar. Sahih Muslim.
- Jami' at-Tirmidhi 3585Kembali ke kutipan
Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah. Penilaian di halaman: Da'if (Darussalam). At-Tirmidzi menyebutnya hasan gharib dan mencatat seorang perawinya tidak kuat.
- Sahih Muslim 713aKembali ke kutipan
Doa masuk dan keluar masjid. Sahih Muslim.
- Sahih Muslim 1342Kembali ke kutipan
Doa safar ketika naik kendaraan dan tambahan doa ketika pulang. Sahih Muslim.
- Sunan Ibn Majah 3062Kembali ke kutipan
Air Zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya. Penilaian di halaman: Hasan (Darussalam).
Bacaan terkait
Ada yang perlu dikoreksi? Sebutkan judul halaman dan nomor sumbernya agar mudah ditelusuri.
Laporkan koreksi